Makna Angka (1)

Apakah arti sebuah deretan angka bagi Anda? Sering kita baca: angka keberuntungan, angka kesialan. Tetapi benarkah semua ini memiliki makna tersendiri? Ataukah sekedar korban fitrah kita sebagai manusia? Bukankah kita seringkali menghidupkan yang sejatinya mati? Ketika berkendara, kita bergumam “dia menyalip aku!” Padahal mobil Andalah yang dilewati pengendara lain.

Anda tak berkata demikian ketika berjalan kaki. Tetapi tanpa sadar, mobil itu menjadi Anda. Demikian juga, barangkali, yang terjadi pada angka. Kita menganggapnya bernyawa, bermakna, memiliki kuasa mungkin. Angka tiga belas adalah kesialan, tujuh keberuntungan. Siapa sebenarnya yang memutuskan demikian, bagaimana penjelasannya? Jangan katakan kalau semua asalnya kebetulan belaka.

Bayangkan bahwa dulu pernah hidup seorang petani. Dia membuat lima baris tanaman untuk diolah. Ternyata gagal, panennya ludes diganggu burung sawah. Dia membuat enam baris tanaman untuk diolah. Juga gagal, sawahnya diserbu bekicot dan hama. Tak mau menyerah, dia membuat tujuh baris. Dan voila, panennya berlimpah melebihi tahun sebelumnya.

Sang petani bercerita tentang keajaiban angka tujuh. Pada istrinya, lalu saudaranya, tetangga, semua kenalannya. Semua terperangah, namun angka itu pun merasuk. Kini, semua memilih membuat tujuh baris tanaman. Siapa tahu memang terbukti benar, pikir mereka. Kalaupun salah, apa ruginya untuk dicoba sekali? Buktinya petani tadi sudah lebih dulu mengalaminya!

Bisa jadi seperti inilah takhayul angka bermula. Padahal panen tadi dapat dijelaskan dengan logika. Bisa jadi, petani tadi telah lebih berpengalaman. Mungkin dia telah menemukan pupuk yang pas. Dan tentu saja, Tuhan menakdirkan terjadi demikian. Tetapi siapa yang akan mendengarkan penjelasan ini? Lebih gampang berkata, “angka tujuh membawa keberuntungan!”

Saya sendiri tidak percaya dengan kekuatan angka. Tentu, angka mungkin jadi nilai optimal parameter. Tiga adalah jumlah optimal lampu lalu lintas. Bukan karena tiga dapat mencegah kecelakaan, tentunya. Namun lebih karena memang hanya diperlukan tiga! Merah, kuning, hijau, tiga itu sudah cukup. Hasil dari pemikiran, bukan pertimbangan keberuntungan semu.

Maka, adalah wajar jika kita bertanya sekarang. Untuk apa seorang blogger membuat artikel begini? Tujuh kata, tujuh kalimat, dan tujuh paragraf. Dibuat tepat tanggal tujuh dan bulan tujuh. Tahun dua ribu tujuh, sedikit tidak pas. Apakah dia mulai percaya dengan takhayul angka? Atau sekedar keisengan otak tanpa makna tersendiri?

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s